Gelar Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Bartim Perkuat Konsolidasi Demokrasi di Bulan Ramadan
|
Tamiang Layang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barito Timur (Bartim) menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan dalam rangka Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu bertema “Konsolidasi Demokrasi Pengawasan Partisipatif” di Aula Kantor Bawaslu Bartim, Rabu (04/03/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergi antar-lembaga sekaligus memperkuat peran pengawasan partisipatif di bulan suci Ramadhan.
Acara tersebut dihadiri sejumlah unsur kelembagaan dan organisasi kepemudaan, di antaranya KPU Kabupaten Bartim, KNPI Kabupaten Bartim, PDB Kabupaten Bartim, GP Ansor Kabupaten Bartim, BKPMRI Kabupaten Bartim, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan meliputi tausyiah atau ceramah keagamaan, penyampaian materi, buka puasa bersama, serta dilanjutkan dengan sholat berjemaah.
Ketua Bawaslu Bartim, Feryanto Marthen Panggalaha, secara langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ngabuburit pengawasan ini merupakan salah satu agenda dari Bawaslu Republik Indonesia yang dilaksanakan serentak di seluruh Provinsi hingga Kabupaten/Kota se-Indonesia pada bulan Ramadhan ini.
“Bawaslu Kabupaten Barito Timur melaksanakan salah satu program kegiatan dari Bawaslu RI yaitu ngabuburit pengawasan. Harapan kami tentunya, pada bulan suci Ramadan ini Bawaslu Bartim juga turut berbagi kebaikan, tidak hanya di internal tetapi juga kepada masyarakat luas, salah satunya melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan sekaligus buka puasa bersama ini,” ujar Feryanto.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan semakin banyak masyarakat yang terlibat di masa mendatang.
“Kami berharap kegiatan ini dapat diagendakan setiap tahun dan harapan kami juga nantinya bahwa semakin banyak warga masyarakat yang ikut berpartisipasi,” tambahnya.
Pada sesi penyampaian materi, Anggota Bawaslu Barito Timur (Koordiv. HP2H), Ahmad Saufi, memaparkan pentingnya konsolidasi demokrasi melalui pengawasan partisipatif. Ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu/pilkada tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Pengawasan partisipatif adalah kunci untuk menjaga integritas dan kualitas demokrasi. Masyarakat harus berani melaporkan ke Bawaslu jika melihat potensi/terjadi pelanggaran Pemilu, serta ikut andil dalam mengawal setiap tahapan pemilu agar dapat berjalan secara jujur, adil, berintegritas dan bermartabat,” tegas Ahmad Saufi.
Menurutnya, konsolidasi demokrasi tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui kesadaran kolektif dan budaya politik yang sehat. Ia berharap momentum Ramadan dapat menjadi refleksi bersama untuk memperkuat integritas dalam setiap proses demokrasi.
Sementara itu, tausyiah agama serta dialog kepemiluan juga disampaikan oleh Anggota KPU Barito Timur, Zainal Hamli. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan bulan Ramadan sebagai sarana introspeksi dan memperkuat nilai-nilai kejujuran, amanah, serta tanggung jawab.
“Demokrasi yang baik lahir dari pribadi-pribadi yang berintegritas. Nilai kejujuran dan amanah yang diajarkan dalam agama harus kita implementasikan juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Zainal Hamli.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama dalam momentum politik.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai penguatan konsolidasi demokrasi melalui pengawasan partisipatif, di mana masyarakat didorong untuk turut aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat kolaborasi dan terus bersinergi antara penyelenggara pemilu dan elemen masyarakat dalam mengawal serta menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Barito Timur. [4Mkr]